cafepojok
Would you like to react to this message? Create an account in a few clicks or log in to continue.

Ketika Iblis membentangkan sajadah

2 posters

Go down

Ketika Iblis membentangkan sajadah Empty Ketika Iblis membentangkan sajadah

Post  riamatagi Wed Jun 06, 2007 6:35 pm

Siang menjelang dzuhur. Salah satu Iblis ada di Masjid. Kebetulan hari
itu Jum'at, saat berkumpulnya orang. Iblis sudah ada dalam Masjid. Ia
tampak begitu khusyuk. Orang mulai berdatangan. Iblis menjelma menjadi
ratusan bentuk & masuk dari segala penjuru, lewat jendela, pintu,
ventilasi, atau masuk lewat lubang pembuangan air.
Pada setiap
orang, Iblis juga masuk lewat telinga, ke dalam syaraf mata, ke dalam
urat nadi, lalu menggerakkan denyut jantung setiap para jamaah yang
hadir. Iblis juga menempel di setiap sajadah. "Hai, Blis!", panggil
Kiai, ketika baru masuk ke Masjid itu. Iblis merasa terusik : "Kau
kerjakan saja tugasmu, Kiai. Tidak perlu kau larang-larang saya. Ini
hak saya untuk menganggu setiap orang dalam Masjid ini!", jawab Iblis
ketus.
"Ini rumah Tuhan, Blis! Tempat yang suci,Kalau kau mau ganggu, kau bisa diluar nanti!", Kiai mencoba mengusir.
"Kiai,
hari ini, adalah hari uji coba sistem baru". Kiai tercenung. "Saya
sedang menerapkan cara baru, untuk menjerat kaummu". "Dengan apa?"
"Dengan sajadah!"
"Apa yang bisa kau lakukan dengan sajadah, Blis?"
"Pertama,
saya akan masuk ke setiap pemilik saham industri sajadah. Mereka akan
saya jebak dengan mimpi untung besar. Sehingga, mereka akan tega
memeras buruh untuk bekerja dengan upah di bawah UMR, demi keuntungan
besar!"
"Ah, itu kan memang cara lama yang sering kau pakai. Tidak ada yang baru,Blis?"
"Bukan itu saja Kiai..."
"Lalu?"
"Saya
juga akan masuk pada setiap desainer sajadah. Saya akan menumbuhkan
gagasan, agar para desainer itu membuat sajadah yang lebar-lebar"
"Untuk apa?"
"Supaya,
saya lebih berpeluang untuk menanamkan rasa egois di setiap kaum yang
Kau pimpin, Kiai! Selain itu, Saya akan lebih leluasa, masuk dalam
barisan sholat. Dengan sajadah yang lebar maka barisan shaf akan
renggang. Dan saya ada dalam kerenganggan itu. Di situ Saya bisa ikut
membentangkan sajadah".
Dialog Iblis dan Kiai sesaat terputus. Dua
orang datang, dan keduanya membentangkan sajadah. Keduanya
berdampingan. Salah satunya, memiliki sajadah yang lebar. Sementara,
satu lagi, sajadahnya lebih kecil. Orang yang punya sajadah lebar
seenaknya saja membentangkan sajadahnya, tanpa melihat kanan-kirinya.
Sementara, orang yang punya sajadah lebih kecil, tidak enak hati jika
harus mendesak jamaah lain yang sudah lebih dulu datang. Tanpa berpikir
panjang, pemilik sajadah kecil membentangkan saja sajadahnya, sehingga
sebagian sajadah yang lebar tertutupi sepertiganya.
Keduanya masih melakukan sholat sunnah.
"Nah, lihat itu Kiai!", Iblis memulai dialog lagi.
"Yang mana?"
"Ada
dua orang yang sedang sholat sunnah itu. Mereka punya sajadah yang
berbeda ukuran. Lihat sekarang, aku akan masuk diantara mereka".
Iblis lenyap.
Ia sudah masuk ke dalam barisan shaf.
Kiai
hanya memperhatikan kedua orang yang sedang melakukan sholat sunah.
Kiai akan melihat kebenaran rencana yang dikatakan Iblis sebelumnya.
Pemilik sajadah lebar, rukuk. Kemudian sujud. Tetapi, sembari bangun
dari sujud, ia membuka sajadahya yang tertumpuk, lalu meletakkan
sajadahnya di atas sajadah yang kecil. Hingga sajadah yang kecil
kembali berada di bawahnya. Ia kemudian berdiri. Sementara, pemilik
sajadah yang lebih kecil, melakukan hal serupa.
Ia juga membuka
sajadahnya, karena sajadahnya ditumpuk oleh sajadah yang lebar. Itu
berjalan sampai akhir sholat. Bahkan, pada saat sholat wajib juga,
kejadian-kejadian itu beberapa kali terihat di beberapa masjid. Orang
lebih memilih menjadi di atas, ketimbang menerima di bawah. Di atas
sajadah, orang sudah berebut kekuasaan atas lainnya. Siapa yang
memiliki sajadah lebar, maka, ia akan meletakkan sajadahnya diatas
sajadah yang kecil. Sajadah sudah dijadikan Iblis sebagai pembedaan
kelas.
Pemilik sajadah lebar, diindentikan sebagai para pemilik
kekayaan, yang setiap saat harus lebih di atas dari pada yang lain. Dan
pemilik sajadah kecil, adalah kelas bawah yang setiap saat akan selalu
menjadi sub-ordinat dari orang yang berkuasa.
Di atas sajadah, Iblis telah mengajari orang supaya selalu menguasai orang lain.
"Astaghfirullahal adziiiim ", ujar sang Kiai pelan.
(@Artikel Islami - 2007)
riamatagi
riamatagi
.
.

Male
Jumlah posting : 649
Registration date : 27.04.07

Statistik
Point:
Ketika Iblis membentangkan sajadah Left_bar_bleue20/100Ketika Iblis membentangkan sajadah Empty_bar_bleue  (20/100)
Warning:
Ketika Iblis membentangkan sajadah Left_bar_bleue0/0Ketika Iblis membentangkan sajadah Empty_bar_bleue  (0/0)
Thank:
Ketika Iblis membentangkan sajadah Left_bar_bleue100/1000Ketika Iblis membentangkan sajadah Empty_bar_bleue  (100/1000)

Kembali Ke Atas Go down

Ketika Iblis membentangkan sajadah Empty Re: Ketika Iblis membentangkan sajadah

Post  maston Sat Aug 18, 2007 2:38 am

Kalu gitu kita gak usah bawa sajadah dan jangan takut apa lagi menyerah sama iblis yang licik dan gak nampak tsb,...... inga inga iblis itu musuh kita bersama ....... merdeka !
maston
maston
Legendaris
Legendaris

Jumlah posting : 1174
Registration date : 05.06.07

Statistik
Point:
Ketika Iblis membentangkan sajadah Left_bar_bleue15/100Ketika Iblis membentangkan sajadah Empty_bar_bleue  (15/100)
Warning:
Ketika Iblis membentangkan sajadah Left_bar_bleue0/0Ketika Iblis membentangkan sajadah Empty_bar_bleue  (0/0)
Thank:
Ketika Iblis membentangkan sajadah Left_bar_bleue10/1000Ketika Iblis membentangkan sajadah Empty_bar_bleue  (10/1000)

Kembali Ke Atas Go down

Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik